txtfromalamghaib

All Photos Twitter.com
Citra-citra memori itu dibangun hasil kerjasama banyak bagian di otak. Ada yang memberikan citra, rasa, dan juga bau dan suara. Semua itu bercampur membentuk sebuah adegan. Selamat malam dan selamat mimpi indah.... #kisahhorror
Sebelum bener-bener shut down. Neurotransmitter akan mengirimkan sinyal-sinyal terakhir ke banyak bagian otak. Dari kiri ke kanan, begitu juga sebaliknya. Dalam percikan-percikan itulah memori kita terbangun.
Apa sih rasanya mati? Mati itu rasanya kayak mimpi yang panjang, tapi isinya cuma kenangan-kenangan kita aja. Sampai akhirnya semua gelap. Ketika semua organ tubuh shut down, otak adalah yang paling terakhir shut down.
Hingga akhirnya si sleeping beauty bisa tidur dengan tenang dalam keabadian pelukan Everest . -end- #WayToDie #kisahhorror
Selain dilakulan pemakaman, tubuh Francys juga dipindahkan ke lokasi yang tidak banyak dilewati pendaki agar tidak lagi jadi bahan obyek foto.
Pada tahun 2007, berbekal rasa tidak tenang karena telah minggalkan jenazah Francys Arsentiev. Ian Woodall akhirnya kembali mendaki Everest dengan misi untuk melakukan penguburan layak untuk Francys.
Kelakuan orang-orang ini menambah beban keluarga. Kehilangan kedua orang tua aja berat, ini ditambah lagi harus melihat foto jenazah ibunya dijadiin obyek foto.
Dari sanalah julukan sleeping beauty disematkan kepada Francys Arsentiev. Banyak pendaki kemudian menjadikan foto bersama Francys Arsentiev menjadi sebuah tantangan. Ibaratnya kalo mendaki gak foto sama Francys Arsentiev gak sah.
Frostbite sudah menjangkiti tubuh Francys Arsentiev. Namun bukannya jadi membiru dan menghitam, kulit Francys Arsentiev justru masih terlihat mengkilat seperti patung lilin sehingga sepintas Francys Arsentiev seperti sedang tertidur.
Kedua pasangan ini menyadari bahwa frasa ini kosong dan tidak benar-benar diucapkan Francys Arsentiev. Sebab ini merupakan akibat dari spasme otak. Setelah tiga frasa itu, Francys Arsentiev terdiam selamanya.
Ngerinya. Ketika didekati Francys Arsentiev masih dapat berkata-kata seperti orang hidup. Dia mengatakan tiga frasa yaitu, “Don’t leave me”, “why are you doing this to me”, dan “I’m an American”.
Ketika didekati mereka kaget begitu tau jenazah itu adalah Francys Arsentiev. Sebelumnya mereka sempat bertemu di titik pendakian beberapa hari sebelumnya.
Dalam keputusasaan dan ketakutan, akhirnya Francys Arsentiev meninggal karena hipotermia di dekat puncak gunung Everest. Pada saat yang bersamaan pendaki lain bernama Ian Woodall dan istrinya melihat sebuah jenazah perempuan memakai jaket ungu.
Sayangnya ketika akan turun dari puncak masalah terjadi. Pada sebuah badai salju, Francys Arsentiev dan suaminya terpisah. Ia berusaha memanggil2 suaminya tapi tidak ada yang mejawab. Malangnya, ternyata suami Francys Arsentiev meninggal karena terjatuh dari jurang.
Balik lagi ke Francys Arsentiev. Akhirnya pada tahun 1998 ia dan suaminya melaksanakan pendakian, dan berhasil sampai ke puncak tanpa bantuan oksigen. Rekor sebagai perempuan pertama yang mendaki Everest tanpa bantuan oksigen pun diraih Francys Arsentiev.
Para pendaki yang gugur di Everest ini rata-rata masih utuh jasadnya dan masih pakai peralatan mendaki. Jadi bisa ketauan tuh mereka dari dekade kapan, mulai dari 70an sampai 2000an.
Bahkan di Everest itu jenazah dijadikan patokan untuk titik pendakian saking banyaknya orang yang gugur dalam mendaki gunung ini.
Selain oksigen sangat tipis, suhu di puncak Everest juga ekstrim. Bisa mencapai minus 160 derajat. Dan kalau meninggal di pucak Everest maka jenazahnya gak akan bisa turun karena terlalu berbahaya untuk dibawa turun.
Seperti yang kita tahu nih, gunung Everest itu salah salah satu gunung paling berbahaya bagi pendaki. Sudah banyak nyawa para pendaki terenggut di atas gunung ini, mereka naik tapi gagal turun dan harus selamanya jadi penghuni Everest.
Ini merupakan salah satu misi untuk memecahkan rekor perempuan pertama yang mendaki Everest tanpa bantuan oksigen.
Tapi lantaran dia menikahi pendaki profesional Sergei Arsentiev yang dijuluki the snow leopard, akhirnya ia memberanikan melakukan pendakian bersama suaminya.
Sesungguhnya Francys Arsentiev bukanlah pendaki profesional, perempuan asal US yang usianya genap 40 tahun gak punya ambisi apa-apa, apalagi menantang gunung Everest.
Tidur dalam keabadian pelukan gunung Everest, inilah kisah Francys Arsentiev, sang sleeping beauty di puncak gunung Everest. A thread #WayToDie
Asked my mum to send me some pics of my childhood doll house and it turns out she is some sort of horror cinematographer 😬😱kK3
Retweeted by txtfromalamghaib
Sebagai perbandingan, ini cakar grizzly dan manusia
Selamat berminpi buruk ria. -end- #kisahhorror #WayToDie
Spekulasi juga mengatakan bahwa Amie sedang dalam masa menstruasi dan itu juga yang membuat beruang mencium bau darah dan jadi super agresif. Moral of the story, kalau cinta alam. Mending gak usah mengusik alam.
Spekulasi atas serangan ini adalah Timothy Treadwell tidak seharusnya camping di saat beruang sedang persiapan hibernasi dan membawa orang asing. Beruang amat sensitif dengan bau manusia yang tidak dikenal.
Dalam rekaman tersebut sempat ada jeda, disinyalir karena rasa sakit yang amat sangat Timothy Treadwell sempat pingsan, dan sadar lagi pas beruang mengoyak bagian dadanya dan mematahkan rusuknya....
Tapi deskripsi dan juga suaranya mirip. Jadi banyak yang beranggapan rekamannya asli. Sebelum denger rekamannya, admin peringatkan kalau viewer discretion is advised.
Ranger juga menemukan kamera yang merekam kejadian tersebut. Hasil rekaman itu disimpan sebagai bukti penyelidikan. Disinyalir rekaman tersebut bocor dan tersebar. Tapi belum ada konfirmasi apakah rekaman itu benar-benar real atau enggak.
Akhirnya dia panggil ranger dan akhirnya mechine dan demon ditembak mati. Hasil otopsi menunjukan ada sisa-sisa tubuh manusia ditemukan di dalam perut mechine.
Pilot itu juga menemukan seekor grizzly besar tengah duduk di sisa-sisa mayat Timothy Treadwell dan Amie sambil gigitin tulang. Ia mencoba menakuti si beruang dengan cara menembakan hand gun ke udara. Si beruang sama sekali gak takut.
Amie malah ikut-ikutan dimakan hidup-hidup. Padahal Timothy Treadwell sempet menyuruh Amie untuk lari. Keesokan harinya ketika supir helicopter datang untuk menjemput keduanya, ia kaget melihat tenda Timothy Treadwell porak poranda.
Beruang seberat ribuan kilo ini menahan kepala Timothy Treadwell dan mulai memakannya hidup-hidup dari perut sampai kepala. Amie yang jadi saksi tragedi tersebut berusaha menolong dengan cara memukul beruang dengan penggorengan. Sayangnya gak ngaruh.
Sayangnya kamera ini penutupnya gak dibuka jadi hanya merekam suara. Timothy Treadwell awalnya berusaha mengusir mechine yang mulai menunjukan sifat agresif. Tidak seberuntung siang tadi, mechine justru menerkam Timothy Treadwell.
Timothy Treadwell berhasil mengusir kedua beruang tersebut, tapi ternyata kedua beruang laper itu balik lagi ke tenda dia saat tengah malam. Timothy Treadwell yang mendengar suara dari luar kemah langsung ngecek. Dia bawa kamera ditempel di dada.
Saat itu juga hujan lagi lebat2nya. Tragedi dimulai ketika Timothy Treadwell bertemu dua grizzly berukuran besar, dia menamakannya Demon dan Mechine. Nah si mechine ini ukurannya gede banget. Keduanya agresif.
Alasannya adalah dia menghindari ranger. Soalnya kalo ketangkep dia disuruh pulang. Sialnya, Timothy Treadwell camping di jalur grizzly lewat untuk cari salmon di sungai, dan saat itu populasi salmon udah berkurang. Gayung bersambut deh.
Soalnya grizzly sedang persiapan untuk hibernasi musim dingin, jadi mereka lagi laper-lapernya. Dan memang lagi numpuk lemak buat modal tidur panjang. Bukannya nurut Timothy Treadwell malah sengaja camping lebih dalam ke hutan belantara.
Musim panas tahun 2003, Timothy Treadwell dan Amie (pacarnya) camping di Katmai National Park untuk ketemu beruang kesukaannya. Lagi-lagi banyak pihak memperingatkannya kalau Agustus sampai November itu beruang grizzly sedang agresif2nya.
Kalo emang gue mati di tangan beruang ya terjadilah. Timothy Treadwell berkata berulang2 kepada orang di sekitarnya. Sayangnya tanpa dia ketahui, ajal akan segera menjemput dengan cara yang amat pedih.
Hal itu bikin Timothy Treadwell ini makin PD, dan makin gila. Dia mulai gak bawa alat perlindungan diri seperti bear spray dan pagar listrik. Padahal ranger di Katwai National Park di Alaska udah memperingati dia untuk tetap berhati-hati.
Timothy Treadwell beranggapan bahwa beruang grizzly tidak sebahaya yang orang kira. Dia juga mau menunjukan kalau manusia bisa berada dekat dengan beruang. Selama perjalanannya Timothy Treadwell emang aman-aman aja. Beberapa beruang menerima keberadaan dia.
Tapi perungatan itu toh gak pernah digubris, Timothy Treadwell tetap camping di Alaska dan hidup bersama beruang tiap musim panas selama 13 tahun. Ia mendokumentasikan aksinya melalui video dan buku.
Sudah gak terhitung berapa banyak orang memperingatkan Timothy Treadwell untuk menghentikan aksi nekatnya hidup di Alaska bersama beruang grizzly. Ini merupakan spesies beruang alpha predator yang super agresif dan berbahaya buat manusia.
Twiends™ uses the Twitter™ API, displays it's logo & trademarks, and is not endorsed or certified by them. These items remain the property of Twitter. We do not sell followers, we only provide display advertising. Bots & fake accounts are not permitted on twiends. © 2009
Grow Your Twitter Free
Want To Grow Your Twitter?
We help other people find and follow you on Twitter.
Key Info:
Started in 2009
Over 6 million signups
Country targeting provided
We never auto tweet to your timeline
We never auto follow others
We actively moderate our community
Please Share
Please upgrade your browser  chrome