Grow Your Twitter Free
Want To Grow Your Twitter?
We help other people find and follow you on Twitter.
Key Info:
Started in 2009
Over 4.5 million signups
Country targeting provided
We never auto tweet to your timeline
We never auto follow others
We actively moderate our community
Please Share
Please upgrade your browser to make full use of twiends.  chrome

khairulah

Aku melihatmu tadi malam. Tapi aku tidak ingat kita bertemu dalam khayalanku atau mimpiku.
Kamera analog tua mengajariku satu hal. Tidak mudah untuk mengingat. Tidak murah untuk mengingat. Dan selalu ada film yang terbuang.
Kita adalah nyawa. Aku adalah hati. Kau adalah otak. Hati tak berotak. Otak tak berhati. Kita saling menutupi. Kita adalah nyawa.
Aku bahagia saat pagi-aku sudah tak mengingat mimpiku tadi malam. Namun aku sedih ketika tak ada yang mengetuk pintu di pagi. Kucopot pintu.
"Tiap jiwa yang punya rasa, pasti punya nyawa" - Ben, filosofi kopi 2 Maka jiwa yang tak lagi punya rasa bisa dipastikan sudah tak bernyawa
Jangan temui aku di taman kota, aku tak sanggup melihat bunga-bunga melayu, temui saja aku dalam kotak pesan, biar cuma kertas yang kusobek.
Waktu langit meluap. Di dalam gelap. Tanpa atap. Tak ada yg bisa menatap. Sungguh ia menangis dan meratap. Mencari payung sambil berharap.
Sajak itu kepingan hati.
Benarkah roda berputar ? Yang kurasakan hanya diam. Mungkin sedang bocor. Mungkin sedang istirahat. Mungkin memang diam. Mungkin itu banyak.
Lari. Jalan. Lari. Sampaikah sudah ? Belum. Lari. Jalan. Lari. Lelahkah sudah ? Belum. Lari. Jalan. Lari. Puaskah sudah ? Belum. Teruskan.
Pedih. Perih. Hati membatu. Kening memanas. Telinga menuli. Tidak ingin mendengar benar. Mulut membisu. Tidak bisa membantah benar.
Aku bertanya: berapa lama lagi ?. Lalu tidak ada yang menjawab, karna aku bertanya pada diriku.
Dia bilang itu takdir. Tapi kita berstrategi. Lalu kita kalah, dan terulang. Dia bilang itu takdir.
Aku bukan embun. Aku bukan bulu panah. Aku lelah mengambang. Beri aku kesempatan untuk menginjak tanah.
Pagiku tak se sejuk pagimu. Pagiku tak se hijau pagimu. Tapi pagiku punya nyanyian burung. Nyanyian yang hadir ketika pagi sudah rapuh.
Jikaulau masih ada daun yang terjatuh, nampaknya pohon masih rapuh. Siramlah dia hingga rimbun kembali, lalu kau bisa berteduh di bawahnya.
Binatang berhibranasi, itu bukan pilihan, itu prinsip, demi tenang ketika suatu cobaan datang.
Jikalau bintang berseri seri disitulah malam menangis, mengingat berapa lama ia terlarut dalam teriknya siang.
Menyesal tidak pernah datang pagi hari, dia datang ketika sudah malam, malam pun terasa panjang karna butuh waktu panjang agar menjadi pagi.
Rindu itu ombak. Ombak yang meng-erosi. Mengikis pantai pelan pelan. Seketika hadirlah bakau. Bakau yang menghalaunya.
Hey! Tersadarlah, ketika kau mencari ujung pelangi, sebenarnya itu tidak ada. Tapi di tempat kau berhenti mengejarnya. Disitulah ujungnya.
Ketika gunung meletus, lahar mengalir ke bawah, saat inilah kita tau perasaan bumi, dia marah lalu menangis.
Tangan sudah mengepal, kepala mulai membatu, hati makin tak berasa, mulut pun tak bernada. Mungkin itulah arti dari puncak kesabaran.
Kelam tidak sepenuhnya gelap, mereka menggelap karna ingin sunyi, bersembunyi dari teriknya siang.
Ketika langit sedang mendung dan menangis ,disitu muncul matahari yang mewarnai langit dari abu hingga pelangi.
Padi-padi menguning. Burung-burung bernyanyi. Namun satu hal yang di benci petani. Mereka hadir ketika peluh usaha sudah hampir habis.
Aku terlahir karna keadaan tanah dan kebakaran yang terjadi. Namun manusia memandangku indah. Itulah aku Savana
Pohon-pohon tersejukan Melihat kedatangan pagi Mereka berharap tak akan ada siang yang menyebabkan senja
Sore pun Terluka Lalu dia Memalam
sesungguhnya masih ada rindu yang ingin memelukmu, tapi aku tahu kita tidak pernah semudah itu.
Retweeted by khairulah
me: does nothing for five days me: today is a "me" day i deserve it i need to relax
Retweeted by khairulah
later is the best time to do anything
Retweeted by khairulah
Ketika kau merusak alam nyamannya Lalu kau tersadar Bahwa Nyanyian burung esok telah tiada
selalu kuaminkan setiap pertemuan kita yang segera, biar rindu tak perlu lagi dipisah waktu yang berbeda.
Retweeted by khairulah
Wahai senja Masih adakah jinggamu Kenapa selalu ada hitam di baratmu
one person followed me // automatically checked by fllwrs.com
one person unfollowed me // automatically checked by fllwrs.com
one person followed me // automatically checked by fllwrs.com
one person unfollowed me // automatically checked by fllwrs.com
one person followed me // automatically checked by fllwrs.com
one person unfollowed me // automatically checked by fllwrs.com
one person followed me // automatically checked by fllwrs.com
one person unfollowed me // automatically checked by fllwrs.com
one person followed me // automatically checked by fllwrs.com
2 people unfollowed me // automatically checked by fllwrs.com
2 people followed me // automatically checked by fllwrs.com
2 people unfollowed me // automatically checked by fllwrs.com
 
Twiends uses the Twitter™ API, displays it's logo & trademarks, and is not endorsed or certified by them. These items remain the property of Twitter.