Please upgrade your browser to make full use of twiends.   chrome   firefox   ie   safari  
Want your own social home page like this one? Click here.
 
riko
706 followers
Di malam lengang seorang wanita menatap telepon genggam. Kesedihan datang, ketika telepon genggam memilih diam.
Malam ini begitu asing, Namun tdk dgn. bayangmu
Tuhanku, berikan kami sedikit lupa, bagi rasa sakit: luka dan trauma.
Malam telah lebih dulu hanyut dalam sajakku, sebelum bulan sempat membentangkan langit dari matamu, dan kita saling terpaku.
Saya pikir saya kakak yg baik. Mungkin karna saya ga punya adik.
Asap keramaian, di benci dan di puja.
Aku berdiri disini bersasma harimau yg menolak untuk punah.
Hari ini doaku begitu panjang ketikanya merangkak pergi.
Di sini langit menderu. Kabar musim hujan sudah tiba sore tadi. Sedang kamu tak juga memberi hati.
Hujan menunjukkan kejantanannya pada malam, embun bertengger di luar jendela, segala mata berkaca-kaca; dikala kau dipeluk orang.
Halloween dan permennya, musim hujan dan tungku perapianya. Aku hantu: membuat rindu, membuatku cemburu.
Aku suka hujan, dinginnya benar-benar mengabarkan bagaimana tidak enaknya kesepian.
Aku tak akan sanggup menerka banyaknya hujan deras. Karena aku tahu sebanyak itulah aku terjatuh kepadamu.
Ia seperti burung elang yang terbang rendah dan meninggikan bayangan, tapi seperti disengaja ia membuang sayapnya.
Dengan apa kaualamatkan semua deritamu? Jika tak kau sebut namaku di dalamnya.
Selalu saja bait-bait puisiku memilih menepi di hatimu.
Kini sholatku tidak selama dulu saat kamu masih bersamaku.
Tak sempat menikmati senja, mata ini terlalu sibuk mengumpulkan air di kedua kelopaknya,apa senja seindah rindu yang bertemu?
Kau takkan menemukanku dalam tulisan, aku hanya kata, yg mengintip kebahagiaanmu dari balik senja.
Tadi malam rinduku hanya bisa menelan ludahnya sendiri, tapi tak menangis.
Aku suka hujan, dinginnya benar-benar mengabarkan bagaimana tidak enaknya kesepian.
Seperti antagonis, ku memerankannya
Mendekatlah cinta, duduk dan bercerita, tentang apa saja, atau sekedar berbagi, airmata.
Aku geli sendiri, melihat sepi memainkan tik-tok arlojiku yg mati, diputarnya ke kiri, bayanganmu muncul kembali, lalu pergi.
Kesedihan ialah gebyar gelegar pesta yang kautanggalkan, setelah mementaskan suara merdu langkah kepergian.